SISTEM PELUMASAN ENGINE
A. Tujuan Pembelajaran
·
Peserta didik dapat
memahami sistem pelumasan engine
dijelaskan sesuai sop
·
Peserta didik dapat
memahami komponen pelumasan engine
dan fungsinya sesuai sop
· Peserta didik dapat mengidentifikasi aliran sistem pelumasan engine sesuai sop
·
Peserta didik dapat mengidentifikasi
komponen pelumasan engine dan
fungsinya sesuai sop
Lubrication System
Lubrication system adalah sebuah system dalam diesel engine yang berfungsi mensirkulasikan
oli ke seluruh bagian engine, untuk
membersihkan, mendinginkan dan melumasi komponen-komponen engine sehingga terhindar dari keausan.
Oli dari oil pan
dihisap oleh oil pump
selanjutnya dialirkan ke oil cooler, jika tekanan berlebih maka akan
didrain melalui main relief valve.
Didalam oil cooler oli didinginkan oleh water coolant dari cooling system . Oli akan diteruskan ke
regulator valve melewati oil filter
untuk proses
penyaringan, yang selanjutnya masuk ke main gallery. Regulator valve menjaga tekanan oli dalam main
gallery agar selalau konstan. Dari main gallery oli akan didistribusikan ke
semua komponen engine yang
membutuhkan.
Sistem pelumasan
pada setiap engine tidaklah selalu
sama, namun secara garis besar memiliki sistem yang tidak jauh berbeda. Pada
sistem pelumasan engine 6D125 series
terdiri dari beberapa komponen berikut:
1. Oil pan
Merupakan tempat
penampungan oli yang termounting pada bagian bawah cylinder block engine,
dilengkapi plug untuk melakukan drain saat penggantian oli.
2. Oil strainer
Merupakan penyaring
mula sebelum oli masuk ke pompa. Strainer hanya mampu menyaring kotoran kasar,
dikarenakan lubang pada strainer cukup besar.
3. Oil pump
dan main relief valve
Oil pump yang paling banyak digunakan untuk sistem pelumasan engine adalah tipe external gear pump atau trochoid pump. Tekanan oil pelumasan engine berkisar antara 3 - 6 kg/cm2 selama pengoperasian engine dalam batas normal. Debit oli yang disuplai ke sistem berkisar antara 50 – 300 liter/menit.
Pada oil pump
dilengkapi juga dengan main relief valve
untuk merelief (drain) oli saat terjadi tekanan berlebih pada sistem dan
dikembalikan ke oil pan.
4. Oil
cooler
Kenaikan
temperatur oil yang berlebihan menyebabkan kualitas dan
kemampuan oil sebagai pelumas menurun. Untuk mengatasi panas
yang berlebihan pada oli maka pada sistem dipasang oil cooler. Struktur oil cooler ada dua tipe :
a. Cylinder type
Pipa–pipa
dengan sirip–sirip diatur sehingga membentuk silinder. Oil mengalir di dalam pipa
tersebut dan air pendingin mengalir disisi luar pipa dengan arah yang
berlawanan dengan aliran oli.
b. Layer type
Oil cooler tipe layer menggunakan jalur oli dengan
bentuk pipih dan lebar. Dimana oli akan mengalir dalam layer dan air pendingin
dibagian luarnya dengan arah aliran berlawanan.
Pada oil cooler juga dilengkapi dengan thermostat yaitu valve yang terbuka berdasarkan suhu. Termostat ini akan menutup saluran buang dari oil cooler, sehingga saat suhu oli masih normal oli akan di bypass tanpa melewati oil cooler. Ketika oil temperature mencapai 104°C (engine 6D125 series) thermostat mulai terbuka. Ketika thermostat terbuka, maka oli akan di alirkan sebagian melewati oil cooler. Pada 115°C (6D125 series) thermostat terbuka penuh. Jika thermostat terbuka penuh, maka thermostat akan menutup aliran by-pass, sehingga oli akan melewati oil cooler semuanya.
5. Oil filter
Oil pelumas engine
secara bertahap menjadi kotor karena membawa partikel-partikel komponen yang
bergesekan. Jika kotoran kotoran tersebut ikut bersirkulasi bersama oil untuk melumasi maka komponen yang lain menjadi
cepat aus. Untuk menjaga hal tersebut diatas, maka pada sistem tersebut diberi
filter agar kotoran tersebut dapat disaring dan oil yang bersikulasi tetap
bersih. Berdasarkan strukturnya Ada 2 macam oil
filter, yaitu :
a. Cartridge
type yaitu filter yang elemen penyaring menjadi 1 dengan housingnya, sehingga
dalam penggantian harus diganti berikut housingnya (diganti assy);
b. The hanging type yaitu elemen kertas terpisah
dengan housingnya, penggantian bisa dilakukan dengan mengganti elemennya saja.
Berdasarkan
alirannya oil filter terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Full flow oil
filter, yaitu filter yang menyaring
oli dan oli diteruskan ke sistem. Memiliki lubang inlet lebih banya
dibandingkan by pass oil filter.
b.
By pass oil filter, yaitu filter yang menyaring oli dan
outputnya akan dikembalikan ke oil pan. Biasanya memiliki lubang inlet 2 saja,
dan tidak setiap engine menggunakan
by pass oil filter.
Oil filter tipe catridge terpasang pada oil filter braket yang dilengkapi dengan by pass valve. By pass valve akan membuka saat filter buntu, dengan cracking pressure berkisar 2,5 kg/cm2.
Tujuannya adalah agar komponen engine
tetap terlumasi meskipun oil filter mengalami kebuntuan, karena jika tidak
ada pelumasan akan mengakibatkan kerusakan komponen lebih parah.
6. Regulator valve
Lubricating
valve atau regulator valve merupakan valve yang berfungsi untuk menjaga tekanan oli didalam sistem
pelumasan agar tetap stabil. Oli yang sudah melalui oil cooler akan masuk ke
dalam main gallery, tekanan di main gallery inilah yang akan dijaga oleh
regulator valve agar tetap konstan.
7. Piston cooling nozzle
Piston cooling nozzle berfungsi untuk mensuplai oli ke
bagian bawah piston guna mendinginkan piston yang selalu berhubungan dengan
ruang bakar. oli yang disemprotkan ada yang langsung mengambil dari outlet oil cooler (6D125-2) ada juga yang mengambil dari
drain regulator valve (SAA6D140E-2)
dan ada juga yang mengambil dari main gallery (170-3 series).
Komentar
Posting Komentar